Situbondo – Jambu biji merupakan salah satu buah tropis favorit masyarakat Indonesia karena rasanya yang segar dan kandungan gizinya yang melimpah. Namun, masih banyak orang bertanya-tanya, apakah kulit jambu biji sebaiknya dimakan atau justru dibuang sebelum dikonsumsi. Perdebatan ini kerap muncul karena perbedaan tekstur, rasa, hingga pertimbangan kesehatan.
Sebagian orang memilih mengupas kulit jambu biji karena dianggap keras dan kurang nyaman dikunyah. Di sisi lain, tidak sedikit pula yang memakan jambu biji secara utuh tanpa dikupas, karena percaya bahwa kulit buah menyimpan banyak nutrisi penting. Lantas, mana pilihan yang paling sehat?
Menurut para ahli gizi, cara terbaik mengonsumsi jambu biji sebenarnya bergantung pada kondisi kesehatan masing-masing individu. Jambu biji dikenal sebagai buah superfood yang kaya vitamin, mineral, dan antioksidan, namun cara konsumsinya dapat memengaruhi manfaat yang diperoleh tubuh.
Ahli gizi asal India, Deepsikha Jain, menjelaskan melalui media sosial bahwa kulit jambu biji mengandung nutrisi penting seperti vitamin C, kalium, dan zinc. Kandungan tersebut berperan dalam menjaga daya tahan tubuh, kesehatan kulit, serta membantu proses regenerasi sel. Bahkan, antioksidan pada jambu biji cenderung lebih tinggi jika buah dikonsumsi bersama kulitnya.
Antioksidan ini berfungsi melawan radikal bebas yang dapat memicu penuaan dini dan berbagai penyakit kronis. Oleh karena itu, bagi orang dengan kondisi kesehatan normal, mengonsumsi jambu biji beserta kulitnya bisa memberikan manfaat maksimal. Namun, ada satu syarat penting yang tidak boleh diabaikan, yakni mencuci buah dengan sangat bersih sebelum dimakan.
Kulit jambu biji berisiko mengandung residu pestisida atau kotoran yang menempel selama proses penanaman dan distribusi. Jika tidak dicuci dengan benar, zat-zat tersebut dapat membahayakan kesehatan. Karena itu, mencuci jambu biji di bawah air mengalir atau merendamnya dengan air garam menjadi langkah penting sebelum dikonsumsi.
Meski demikian, ahli gizi juga mengingatkan bahwa tidak semua orang disarankan memakan jambu biji dengan kulitnya. Bagi penderita kolesterol tinggi, konsumsi jambu beserta kulit dapat memengaruhi profil lipid tubuh. Hal serupa juga berlaku bagi penderita diabetes, karena kulit jambu dapat berkontribusi terhadap lonjakan kadar gula darah.
Untuk kelompok tersebut, mengonsumsi jambu biji tanpa kulit dinilai lebih aman. Meski dikupas, jambu biji tetap memberikan manfaat kesehatan yang besar, termasuk kandungan serat tinggi yang membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Rasanya pun tetap segar dan menyehatkan.
Secara umum, jambu biji merupakan sumber vitamin C yang sangat tinggi, bahkan melebihi jeruk. Satu buah jambu biji berukuran sedang dapat memenuhi kebutuhan harian vitamin C, yang penting untuk menjaga sistem imun tubuh agar lebih kebal terhadap infeksi.
Selain itu, jambu biji juga mengandung likopen, vitamin A, kalium, dan magnesium yang mendukung kesehatan kulit, menjaga tekanan darah tetap stabil, serta baik untuk kesehatan jantung. Sejumlah studi bahkan menunjukkan bahwa konsumsi jambu biji secara rutin dapat membantu memperbaiki kadar kolesterol, sehingga menjadikannya buah yang ramah untuk jantung.
Jadi, keputusan memakan jambu biji dengan atau tanpa kulit sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing. Yang terpenting, pastikan buah dicuci bersih dan dikonsumsi secara seimbang agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.